Pada Kurikulum Operasional 2025/2027 ada CPL yang telah disesuaikan dengan kebutuhan sesuai masukan stakeholder dan advisor board. Evaluasi dan pengembangan kurikulum merupakan hal penting untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi kebutuhan industri. Perbaikan sistem penerimaan mahasiswa baru dan penambahan jalur penerimaan di samping jalur tes seperti jalur portofolio dan program percepatan perlu direalisasikan agar dapat memperoleh kembali jumlah mahasiswa baru sesuai rasio.
Penerimaan calon mahasiswa dengan latar pendidikan sarjana S1 dengan bidang teknik dan MIPA seperti Teknik Perminyakan, Teknik Geologi, Teknik Geofisika, Teknik Geodesi, Teknik Pertambangan, Teknik Fisika, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Sipil, Teknik Kelautan dan bidang lain yang relevan. Calon mahasiswa bisa yang sudah bekerja di instansi pemerintah (Ditjen Migas, SKK Migas, Lemigas) dan Industri Perminyakan (PT. Pertamina, Schlumberger, Elnusa, PT. Pertamina Geothermal Energy, PT. Pertamina UTC, Energi Mega Persada, Petrochina, Eni Indonesia, PHR dll), perguruan tinggi (Universitas Trisakti, Poltek Negeri Ambon, ITB, UPN, Universiti Teknologi Petronas dll.), serta instansi- instansi lainnya di dalam dan luar negeri. Untuk calon peserta program non-pendidikan Ilmu Kebumian dan Energi yang berminat pada program ini dianjurkan telah bekerja di lingkungan industri perminyakan minimal selama 2 tahun. Semua mahasiswa yang mendaftar di magister teknik perminyakan melalui sistem seleksi melalui USM dan Portofolio dengan kriteria TOEFL minimal skor 500, sesuai visi misi magister teknik perminyakan yang berstandar internasional. Selain itu juga diperlukan Tes Potensi Akademik (TPA) dengan minimal skor 400. Proses seleksi yang dilakukan bukan hanya ujian tertulis tetapi juga wawancara untuk mengetahui kemampuan intelektual dan motivasi calon mahasiswa. Tahap ini bertujuan untuk tercapainya standar mutu yang telah ditetapkan magister teknik perminyakan yang merujuk pada standar pendidikan tinggi.
Dengan berkembangnya teknologi informasi saat ini merupakan kondisi yang membantu dalam proses belajar mengajar. Adanya blended learning membantu mahasiswa maupun dosen untuk mengajar lebih efisien. Sejak tahun akademik 2020/2021 sampai dengan tahun akademik 2023/2024 ini, Prodi Magister Teknik Perminyakan telah menjalankan kuliah blended learning dimana e-learning dilakukan dengan media zoom dan ppdt. Hal ini dimulai dengan ketetapan pemerintah untuk melaksanakan kuliah daring di masa pandemic covid-19. Seminar-seminar juga telah dilaksanakan secara daring oleh Prodi Magister Teknik Perminyakan. Pada tahun 2022 perkuliahan secara hybrid antara online dan offline terus dikembangkan. Penggunaan learning management system (LMS) atau sistem manajemen pembelajaran juga telah dilaksanakan untuk menjawab tantangan e-learning yang lebih sempurna. Hal ini merupakan terobosan untuk pengembangan pembelajaran dan peningkatan minat calon mahasiswa baru.
Dokumentasi proses pembelajaran terdiri dari :
● dokumentasi kehadiran dosen dan mahasiswa serta berita acara perkuliahan
● dokumentasi rekaman monitoring dan evaluasi proses pembelajaran,
● dokumen hasil evaluasi dan siklus perbaikan secara lengkap.
